Tekhnik Modulasi Pada Cable Modem

Dalam sistem HFC digunakan signal sinusoid analog untuk membawa informasi. Signal yang mengandung informasi, umumnya mempunyai energi rendah sehingga perlu ditmpangkan pada suatu signal sinusoid berenergi tinggi yang disebut sebagai carrier, agar informasi tersebut dapat dikirimkan menempuh jarak yang jauh. Menurut IEEE, modulasi adalah proses dimana suatu karakteristik dari signal carrier divariasi dengan sinyal pemodulasi. signal pemodulasi ini adalah signal yang mengandung informasi sinyal hasil modulasi disebut signal termodulasi. Karakteristik signal carrier yang divariasikan umumnya adalah amplitudo, frequensi dan fasa.

Berdasarkan standard DOCSIS versi 1.0 , ada beberapa tekhnik modulasi yang dapat digunakan baik untuk arah upstream maupun untuk arah downstream. untuk arah downstream dapat digunakan tekhnik modulasi 64-QAM dan 256 QAM. Sedangkan untuk upstream dapat digunakan modulasi QPSK dan 16-QAM.

About andry

Lulus STM 1 jogja tahun 1996, lulus SMPN 7 jogja tahun 1993, lulus SD Muhammadiyah Tegalrejo jogja tahun 1990, lulus TK ABA tegalrejo tahun 1984, masih kuliah di universitas terbuka jurusan ekonomi management belum lulus-lulus sampai dengan saat ini.

Posted on 1 Desember 2008, in elektronika, informatika, tv kabel and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: