Bisakah merubah cara berpikir orang dengan teh? Pertanyaan ini muncul dalam benak saya saat saya dimintai pendapat oleh teman saya.
Apa yang bisa saya lakukan dengan memanfaatkan sebuah ruangan kosong?
Ruangan kosong yang saya maksud adalah sebuah ruang berukuran 4 x 6 meter dalam sebuah rumah yang baru saja disewa oleh teman saya itu untuk menjadi tempat usaha. Saya mengamati beberapa tahun ini bisnis distro dan coffee shop semakin marak, tapi yang mengganjal di pikiran saya adalah bagaimana membuat masyarakat mau berpikir untuk memanfaatkan ruang kosong menjadi ruang yang berguna baginya dan bagi semua orang yang berada di sekelilingnya.
Saya tertarik untuk membuka kedai teh, karena saya dan keluarga saya suka sekali minum teh. Dengan minum teh, dapat membangun keakraban dalam keluarga kami. Terkadang kami bersenda gurau hingga berdiskusi tentang tema “berat’ sambil menikmati teh. Pada awalnya saya sedikit ragu untuk mendirikan usaha ini karena tidak memiliki pengalaman berbisnis apalagi modal usaha. Saya ingin membuka kedai teh karena ingin membawa susana kehangatan minum teh seperti saat kita bersama dengan orang-orang terdekat kita.saya yakin ditengah jaman yang cenderung membentuk orang untuk individualis sebenarnya mereka sangat merindukan kehangatan hadirnya keluarga. Karenanya saya begitu tertarik untuk bisa menyediakan tempat bagi siapa saja, khususnya mereka yang menyukai teh untuk berkumpul dan berdiskusi sambil menikmati teh. yogyakarta selama ini dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan, saya berharap dengan adanya kedai teh dapat menghadirkan pemikiran-pemikiran cerdas dari Yogyakarta. Masalahnya kecenderungan dimasyarakat memandang kopi lebih bergengsi daripada teh, lalu manfaat apa yang bisa didapatkan dari secangkir teh? Sanggahan itu sempat dilontarkan teman saya, tapi justru itu membuat saya semakin penasaran.
Saya mulai browsing di internet, mencari data tentang segala sesuatu tentang teh.
Minum teh adalah salah satu budaya di Indonesia, mungkin sama seperti tradisi minum kopi di Perancis yang kemudian membuat marak bisnis coffeeshop. Tapi ini Indonesia, bukankah selain kopi Indonesia juga dikenal sebagai penghasil teh berkualitas?. Minum teh selain menyehatkan (jika diminum dalam takaran yang benar), teh juga memiliki seni tersendiri dalam penyajiaannya.
Kandungan teh lebih baik daripada kopi. Kandungan anti oksidan dalam dua cangkir teh setara dengan tujuh gelas jus jeruk dan 20 gelas jus apel. Minum Teh secara teratur minimal 4 cangkir sehari dapat mencegah dan mengatasi penyakit berkaitan dengan kolesterol, arterosklerosis, darah tinggi, diabetes, stroke, memperlancar pencernaan, mempertahankan berat badan ideal, serta baik bagi perokok.
Setelah semua informasi saya kumpulkan, maka mulailah saya membenahi ruangan yang ingin saya sulap menjadi kedai teh. Ruangan kosong tersebut saya cat dengan warna hijau daun. Saya tambahkan interior serta pernak pernik sederhana namun artistik, agar para pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama di kedai teh saya. Nama kedai teh saya adalah Bilik Teh. Karena kedai teh tersebut memanfaatkan bilik (ruang) kosong. Tidak hanya berhenti di situ saja, saya melihat kebutuhan akan informasi kini seakan menjadi salah satu kebutuhan pokok. Untuk itulah saya menambahkan fasilitas hot spot di kedai teh saya.
Di Bilik teh saya juga menyajikan makanan tradisional yang cocok untuk minum teh yang ditata diatas gerobak yang di Yogyakarta dikenal dengan nama angkringan. Saya ingin pengunjung yang datang dapat menemukan nuansa khas Jogja. Saya juga menyediakan perpustakaan kecil yang berisi tentang beraneka hal. Tapi yang paling banyak saya sediakan adalah buku-buku tentang kesenian dan budaya serta pengembangan diri. Saya ingin ketika pengunjung berdatangan di kedai teh ini, bukan sekedar membuang waktu tetapi juga menemukan dan menuangkan ide. Selain itu, saya juga memanfaatkan salah satu ruangan kosong yang lain untuk memajang produk-produk fashion yang ramah lingkungan dan dapat di daur ulang. Sejumlah merchandise saya desain untuk berkampanye tentang bagaimana kita bisa menjadi global citizenship meski mungkin dari lingkup yang kecil tapi paling tidak itu bisa menginspirasi orang lain untuk berbuat yang sama.
Saat saya menulis ini kedai teh saya memang baru berjalan beberapa minggu, tapi saya optimis bahwa kedai teh akan bertahan dan memiliki pangsa pasar tersendiri. Meski pendapatan masih minim, tapi saya senang bisa membantu beberapa rekan dalam memasarkan produk-produk mereka juga bisa menjadi tempat magang bagi mahasiswa untuk berkarya, berkreativitas sekaligus membina komunikasi dengan orang lain. Dan yang penting mengajak orang untuk peduli pada keadaan disekitarnya.
Kunjungi kami di BILIK TEH, jl. Suryodiningratan 3 Yogyakarta
http://www.bilikteh.blogspot.com/
Sumber : http://bilikteh.blogspot.com

