Arsip untuk November 27th, 2008

h1

Sekilas tentang kerusakan Remote Control

November 27, 2008

remote-control-holder2

Barangkali kita sering menemui Remote control yang tidak berfungsi/tidak dapat dipakai. kadang nyebelin.

berikut ada beberapa penyebab :

Penyebab pertama adalah bukan remote controlnya yang rusak, tapi sensor di perangkat (TV/VCD/Compo dll). pertanyaanya tentu bagaiamana kita dapat menentukan yang rusak remotenya atau perangkat? bila ada perangkat/remote yang lain yang sejenis mungkin kita dapat mencobanya. Tapi bila tidak ada perangkat atau remote lain yang bisa digunakan untuk mencoba bagaimana? tenang…. ada sedikit tips. Remote control dapat dites berfungsi atau tidak dengan menggunakan radio AM/MW.  coba nyalakan radio pada gelombang MW/AM, kemudian pencet-pencet tombol di remote sambil di dekatkan ke radio tadi. apabila di radio terdengar bunyi “tut” saat tombol di pencet, berati tombol/remote kontrol berfungsi, berarti kerusakan terjadi pada perangkat bukan pada remotenya.

penyebeb kedua adalah batre remote habis . apabila hasil pengujian menggunakan radio didapatkan diagnosa remote kontrol yang rusak,hal pertama yang harus dilakukan adalah,pastikan batre remote kontrol baik/belum habis. banyak keluhan remote kontrol rusak hanya disebabkan karena batrenya yang habis. untuk itu,sebelum dilakukan pembongkaran remote, ada baiknya batre diganti dengan yang baru.

penyebab ketiga adalah terminal batre yang berkarat. ini bisa diakibatkan karena batre terlalu lama terpasang dan lembab/rusak sehingga mengakibatkan terminal batre berkarat. bila ini terjadi, tentu arus dari batre tidak dapat menyuplai tegangan kerja ke komponen aktif remote control,dan remote tidak dapat bekerja.

Penyebab keempat adalah papan PCB kotor atau lembab. ini dapat dilihat hanya bila remote control sudah dibongkar. hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pembersihan papan PCB dari kotoran.

Penyebab kelima adalah karbon aus/tipis. biasanya remote control, pada tombolnya dibagian bawah(sisi yang kontak dengan PCB) dilapisi karbon. apabila karbon ini habis/menipis maka tombol tidak bisa berfungsi. apabila karbon sudah habis/tipis dapat diganti dengan lapisan almunium voil yang terdapat pada bungkus rokok. atau dapat juga diganti dengan lapisan karbon yang baru(caranya dengan dilapisi karbon cair yang sudah beredar dipasaran.karbon cair ini akan mengering setelah beberapa menit dilapskan ke tombol)

penyebab ke enam adalah led infra merah rusak. Apabila Led ini rusak, tentu data/perintah dari remote ini tidak dapat dipancarkan ke perangkat yang akan kita kontrol.

Penyebab ketujuh adalah komponen CF yang rusak. komponen ini adalah sebagai pembangkit frequensi pembawa data/perintah dari remote Control. apabila komponen ini rusak, tentu tidak akan ada data yang bisa terkirim ke perangkat yang kita kontrol. komponen ini biasanya berbentuk kotak kadang berkaki 2 ada juga yang berkaki 3. komponen CF biasanya berwarna biru/hitam/kuning/orange.

Penyebab ke delapan adalah Casing remote yang pecah, sehingga tombol yang kita pencet tidak pas pada tombol di PCB. tentu ini akan menyebabkan tidak adanya data/perintah yang kita masukkan ke remote Control.

Penyebab ke sembilan adalah jalur PCB yang rusak. Ini akan mengakibatkantidak berfungsinya remote kontrol. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan/penyambungan atau perbaikan jalur pada PCB.

Penyebab ke Sepuluh adalah kerusakan komponen aktif pada remote(transistor/IC) bila yang rusak cuma transistor mungkin bisa kita ganti dengan komponen sejenis dan se type yang ada di pasaran. Namun bila yang rusak adalah IC, biasanya sudah dapat diperbaiki :( .

Penyebab ke sebelas adalah rusaknya komponen pasif (resistor/condensator) kerusakan jenis ini jarang sekali terjadi pada remote Control.

demikian sekilas tentang remote Control. semoga bermanfaat.

h1

Asal Mula Satelite

November 27, 2008

Kita harus berterima kasih kepada Sir Arthur C. Clarke, seorang berkebangsaan Inggris yang telah menulis buku fiksi ilmiah”2001: A Space Odyssey” Buku ini menjadi inspirasi satellite geosinkron. Dalam tahun 1945,Tuan Clarke telah mencatat bahwa suatu satellite yang berada di dalam orbit melingkar katulistiwa dengan jarak 42.242 km akan mempunyai kecepatan sudut yang sama dengan putaran bumi. Dengan demikian ia akan terus menerus berada pada satu titik yang sama di atas bumi dan dapat menerima dan merelai sinyal pada hamper seluruh belahan bumi. Pada jarak itu, tiga buah satellite yang ditempatkan terpisah 120 derajat dapat mencakup seluruh bola dunia. Sehingga dua buah titik dimanapun di dunia ini dapat dihubungkan.

Berdasarkan gagasan itu, rusia pada tanggal 4 oktober 1957 meluncurkan satelitenya yang pertama SPUTNIK I. Meskipun pada saat itu tekhnologi roket sdh cukup maju, namun orbit sinkron baru bias dicapai pada 1963. sejak saat itu mulailah apa yang disebut “Space Race” dengan usaha AS menandingi Rusia. 18 Desember 1958 AS meluncurkan SCORE (Signal Comunication by Orbitting Relay Equipment) yang ditempatkan pada orbit rendah. Satellite ini menyiarkan ulang rekaman suara presiden Einsenhower dan merupakan satellite repeater pertama yang berhasil. SCORE dijuluki “pipa Bangkok di angkasa”.

Satellite komunikasi yang pertama adalah ECHO I yang diluncurkan oleh AT&T pada tanggal 12 Agustus 1960 dan 25 January 1964. Satelite ini pada saat itu sangat populer karena pada malam hari yang cerah dapat terlihat dengan mata telanjang. ECHO I masih berupa pemantul pasif karena belum memiliki transphonder dan baterai.

Bell system kemudian mengembangkan satelite bertransponder,TELSTAR I dan TELSTAR II yang diluncurkan pada tanggal 10 juli 1962 dan 7 mei 1963. namun masih pada orbit rendah. Satelite komunikasi dengan orbit geosinkron pertama yang berhasil diluncurkan adalah satelite seri SYNCOM yang dimulai pada tahun 1963. Kurang dari 20 tahun setelah Sir Clarke mengemukakan gagasannya. SYNCOM I gagal diluncurkan tapi SYNCOM II dan III berhasil ditempatkan pada orbitnya pada tanggal 26 Juli 1963 dan 1964. transphondernya mampu membawa dua buah sinyal pembawa pada saat yang sama untuk oprasi full duplex.

Satelite geosinkron komersial yang pertama adalah INTELSAT I. Proyek Intelsat ini dibiayai oleh suatu konsorsium yang beranggotakan lebih dari 105 negara. INTELSAT pertama disebut EARLY BIRD diluncurkan pada 6 April 1965 dan masih tetap aktif sampai tahun 1969. kemudian disusul dengan INTELSAT-INTELSAT berikutnya. Kurang 7 tahun sesudahnya NASA meluncurkan satelite SKSD PALAPA buatan Hughes Aircraft untuk PERUMTEL Indonesia.